Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Wednesday, August 29, 2018

OTAK, OH OTAK (1)


Entahlah.
Bagiku, pikiran manusia bisa menjadi lokasi paling mengerikan di dunia.
Tempatnya realita terkadang berubah berkali lipat lebih buruk.
Akar dari prasangka dan ego.

Sumber dari penyakit, kejahatan, dan apa-apa yang merugikan.
Di mana yang sebenarnya simpel dapat menjelma menjadi rumit,
yang biasa jadi merana,
yang seharusnya selesai jadi tak usai-usai.

Seringkali, aku takut pada milikku sendiri.
Pada ekspektasi yang rupanya hanya membebani.
Pada skenario yang kucipta namun tak pernah jadi nyata.
Pada angan-angan berlebihan yang berujung membutakan. Ah, sialan.

Menjinakkan hal liar di balik tengkorak ini butuh waktu.
Juga penempaan yang memaksaku untuk melepaskan.
Agar aku tak bergantung pada yang fana, agar tak kunjung gila.

Thursday, July 12, 2018

Jangan Berhenti Mengayuh

https://www.tumblr.com/


Untuk para remaja yang tengah mencari kepingan diri mereka di tiap manusia
Untuk para remaja yang menyimpan kebingungan dari menggali jawaban
Untuk para remaja yang jarang redup saking sibuknya menikmati hidup
Untuk para remaja pemberontak namun juga mudah terseret ombak
Untuk para remaja yang tak pernah lepas dari dunianya sendiri
Untuk para remaja perasa yang berharap sesekali mati rasa
Untuk para remaja pemikir yang angannya selalu banjir
Untuk para remaja goyah yang masih dilapah gundah
Untuk para remaja melankolis sekaligus dramatis
Untuk para remaja penyimpan selaksa rahasia
Untuk para remaja yang tak pernah acuh
Untuk para remaja korban sakit cinta
Untuk para remaja tahan banting
Untuk para remaja pemimpi
Untuk para remaja
Untuk aku

Wednesday, June 06, 2018

Cinta Tak Punya Mata

sumber: https://www.crossconnectmag.com/post/56715930251

Mungkin ia disebut 'jatuh cinta'
Karena mereka yang tengah cinta
Pasti akan jatuh
Dan seketika berubah rapuh

Kurasa orang menyebutnya 'mabuk asmara'
Karena mereka yang merasakannya
Dapat hilang kendali tanpa sadar
Menjadikan logikanya pudar

Jelas saja ada sebutan 'rindu setengah mati'
Ketika perasaan rindu tiba,
Batin seakan setengah merana, setengah mati
Mengetahui yang di sana, sedang jauh dari sini

Tak heran ada frase 'dibutakan oleh cinta'
Atau 'dunia serasa milik berdua'
Tak lupa kata-kata 'gunung kan kudaki'
Juga 'laut pun kan kuseberangi'

Ketika orang sedang 'cinta',
Hal mustahil pun mendadak mudah dilewati
Apakah mereka cinta pada orangnya,
Atau hanya pada perasaan itu sendiri?

Orang bilang, cinta itu indah
Tapi mereka tak pernah bilang
Bahwa ia sepaket dengan rasa gundah

Kata orang, cinta itu sumber kekuatan
Tapi jarang sekali yang mengatakan
Bahwa ia juga bisa menjadi sumber kesakitan

Cinta itu menyembuhkan, ujar mereka
Tapi terkadang kita lupa
Bahwa terlalu banyak dapat beralih jadi racun berbahaya

Entah cinta merupakan anugerah atau kutukan
Bagiku, ia gabungan dari keduanya.

Wednesday, May 30, 2018

Kubangan Pertanyaan

sumber: Favim.com


Kepada siapa air harus kembali?
Pada dekapan laut tempatnya berpulang,
Atau pada awan yang menjadikannya bebas?

Siapa yang lebih butuh kasih sayang matahari?
Manusia yang menggigil karena cinta,
Atau mereka yang telah dibekukan oleh rasa yang fana?

Siapa yang sebaiknya angin ajak bicara?
Insan yang tengah menikam hati sendiri,
Atau mereka yang dipekakkan oleh rasa sepi?

Siapa yang merengek untuk diselimuti malam?
Orang yang terbutakan oleh surya hasrat semu,
Atau mereka yang lelah terpapar teriknya rindu?


Wednesday, April 18, 2018

Kita Manusia

Kita, manusia
Kita paling sedikit
Membicarakan hal
Yang paling sering kita pikirkan

Kita, manusia
Makhluk paling cerdas, katanya
Namun juga dengan mudahnya
Merampas nyawa selain kaumnya (bahkan juga kaumnya sendiri)

Kita, manusia
Kita suka terlena mengejar bulan
Sampai lupa bahwa para bintang
Tersebar mengelilingi kita

Tuesday, November 01, 2016

Aku & Diriku

Setiap hari, ada bagian dari diriku yang bermetamorfosis
Entah organ tubuh, pola pikir, ataupun perspektif

Setiap hari, ada perang yang terjadi dalam diriku
Tak terlihat, tak berbentuk, namun nyata adanya

Setiap hari, ada hal-hal yang harus kutangkis dan lawan
Bisa itu pikiran negatif, ataupun fatamorgana perasaan

Dari semua hal yang pernah kubenci,
belum pernah ada satupun yang melebihi rasa benci pada diriku sendiri

Dari beberapa "musuh" yang pernah kulawan,
tak ada yang lebih berat dibanding melawan hati dan pikiranku sendiri

Dari semua jenis manipulasi yang ada di dunia ini,
aku rasa memanipulasi perasaanku sendirilah yang paling sulit.


Thursday, April 21, 2016

Dengar Aku

Haruskah aku menjadi jahat agar tak lagi tersakiti?
Haruskah aku menyerah agar beban ini pergi?
Perlukah aku berkorban demi bahagiamu?
Perlukah untuk menjadi kuat, semua ini mesti terasa pilu?

Karena yang baik selalu disakiti
Beribu kebaikan dilupakan, satu keburukan selalu diingat
Hati berangan lari dari semua ini
Tapi apa daya, kenyataan mencegat

Butuh jutaan senyuman
Agar bisa menyembunyikan ribuan tangisan
Tampak luar hanya terdiam
Tapi sungguh, perang hebat sedang terjadi di dalam

Berusaha baik, tapi tak pernah cukup
Ingin merangkak walau hidup memaksa berdiri
Terkadang lucu, namanya juga hidup
Tapi kan kujalani, walau sambil tertatih

Saturday, November 07, 2015

Jika Alam Berbicara

Jika aku pohon,
Mungkin aku tak akan punya alasan untuk mencintai manusia
Mereka menebangku dan seluruh bangsaku
Demi mendapat helaian kertas yang disebut “uang”

Andaikan aku lautan,
Mungkin aku tak akan punya alasan untuk mengasihi manusia
Mereka meracuniku dan seluruh kehidupan ikan-ikan
Tanpa peduli dampak dari perbuatannya

Seandainya aku bunga,
Mungkin aku tak akan punya alasan untuk menyayangi manusia
Mereka mencabutku dengan alasan menyukai keindahanku
Padahal sedang membunuh hal yang mereka sebut indah itu

Seegois itukah manusia?
Terbutakan oleh keinginan memiliki
Sampai merenggut kehidupan lain
Hanya demi kepentingan diri sendiri

Tuesday, June 23, 2015

Topeng

Mereka yang rumahnya terlihat kumuh
Belum tentu merasa kekurangan
Mereka yang bergelimang harta
Belum tentu merasa cukup

Gadis yang selalu terlihat ceria itu
Bisa jadi memiliki hati yang rapuh
Dan lelaki yang selalu terlihat tangguh
Bisa jadi sedang menahan isak tangisnya

Hampir semua hal di dunia ini
Tak seperti yang terlihat
Terkadang begitu berbeda
Bahkan jauh dari tampangnya

Tapi sering kali kita tertipu
Dibutakan oleh tampilan semata
Percaya dengan yang ada di depan mata
Tanpa tau cerita dibaliknya

Menatap matamu
Bagaikan menatap ke dalam milyaran galaksi
Memandang wajahmu
Bagaikan menyaksikan senja di sore hari

Kata-kata yang keluar dari mulutmu
Bagaikan musik klasik yang merdu
Mententramkan jiwa
Begitu indah saat didengar

Senyum hangatmu
Persis bagaikan bulan sabit
Yang menyinari sekitar
Membuat tersenyum siapa saja yang melihatnya

Dan kehadiranmu
Seperti hadirnya sinar matahari
Menerangi hari yang gelap
Dan menghangatkan semua hati

Friday, March 06, 2015

Yang Pergi

Telah kusibukkan diriku
Hanya untuk melupakanmu
Telah kucari kegiatan baru
Hanya untuk melupakanmu

Semua itu berhasil saat aku melakukannya
Tapi ketika aku sendiri
Ketika semua kesibukanku usai
Wajahmu langsung menyambar pikiranku layaknya petir

Aku berusaha terlihat mudah melepasmu pergi
Walau padahal setengah jiwaku seperti kau bawa pergi
Sampai mulut tak bisa berkata-kata
Hingga pada akhirnya air matalah yang bicara

Di saat perpisahan itu
Terjadi peperangan hebat antara aku dengan hatiku
Ku tahan tangis sampai tenggorokkanku terasa ringkai
Padahal ingin sekali memelukmu sambil berkata "Jangan pergi.."

Sampai sekian lama berusaha tegar
Akhirnya aku tersadar
Terkadang, ada orang yang bisa menetap selamanya di hatimu
Tetapi tak selamanya bisa menetap dalam hidupmu

Akan terus kusibukkan diri sendiri
Meski kau takkan kembali
Menyimpanmu dalam hati
Sampai kita dipertemukan kembali

Saturday, May 31, 2014

Rembulan

Ku tengadahkan kepalaku ke langit
Mendongak ke atas
Menatap cahaya lembut
Yang menyinari gelapnya kota

Aduh, apakah cahaya itu?
Cantik sekali saat ditatap
Cahayanya yang menyinari kota
Layaknya menyinari hati

Menggantung di atas sana
Seperti sudah tersedia
Untuk siapa saja
Yang sedang sesak hatinya

Hanya dengan menatapnya
Semua beban terasa hilang untuk sementara
Menemani malam-malam sepi
Malam-malam sendiri

--Erika Dp