Lautan dalam biru
Hamparan rumput hijau
Bintang gemintang berhamburan
Gunung-gunung menjulang
Padang pasir terbentang
Bunga-bunga bermekaran
Binatang berkejaran
Burung beterbangan
Semua keindahan
Yang bertaburan dalam satu planet
Semua kehidupan
Yang berjalan di atas satu planet
Alangkah buruknya
Jika semua ini hancur
Demi para manusia
Yang mementingkan dirinya sendiri
Mari kita jaga planet kita ini
Planet yang menyimpan keajaiban
Planet yang teramat berharga
Planet berjuta impian
--Erika Dp
Tuesday, June 03, 2014
Saturday, May 31, 2014
Rembulan
Ku tengadahkan kepalaku ke langit
Mendongak ke atas
Menatap cahaya lembut
Yang menyinari gelapnya kota
Aduh, apakah cahaya itu?
Cantik sekali saat ditatap
Cahayanya yang menyinari kota
Layaknya menyinari hati
Menggantung di atas sana
Seperti sudah tersedia
Untuk siapa saja
Yang sedang sesak hatinya
Hanya dengan menatapnya
Semua beban terasa hilang untuk sementara
Menemani malam-malam sepi
Malam-malam sendiri
--Erika Dp
Mendongak ke atas
Menatap cahaya lembut
Yang menyinari gelapnya kota
Aduh, apakah cahaya itu?
Cantik sekali saat ditatap
Cahayanya yang menyinari kota
Layaknya menyinari hati
Menggantung di atas sana
Seperti sudah tersedia
Untuk siapa saja
Yang sedang sesak hatinya
Hanya dengan menatapnya
Semua beban terasa hilang untuk sementara
Menemani malam-malam sepi
Malam-malam sendiri
--Erika Dp
Cinta
Satu planet
Milyaran cerita cinta
Satu orang
Jutaan rasa di hati
Satu kata
Tujuh langit terlewati
Bergejolak dalam senyuman
Doa dalam senyap
Kagum dalam diam
Tersembunyi dalam hati
Sesuatu yang hangat dan tulus
Yang diluluhkan hati ke hati
Yang mempunyai makna yang kuat
Yang membuat hidup lebih indah
--Erika Dp
Milyaran cerita cinta
Satu orang
Jutaan rasa di hati
Satu kata
Tujuh langit terlewati
Bergejolak dalam senyuman
Doa dalam senyap
Kagum dalam diam
Tersembunyi dalam hati
Sesuatu yang hangat dan tulus
Yang diluluhkan hati ke hati
Yang mempunyai makna yang kuat
Yang membuat hidup lebih indah
--Erika Dp
Tuesday, May 20, 2014
Hujan
Sejuk membungkus
Air menari
Membuat percikan
Membuat basah
Meluncur dari langit
Menggelayut di dedaunan
Menghantam tanah
Mengusap wajah
Berdebum lembut
Membuat irama
Melepas pikiran
Memeluk hati
Milyaran tetes air
Yang membasuh bumi
Yang berbunyi indah
Yang mendamaikan jiwa
--Erika Dp
Air menari
Membuat percikan
Membuat basah
Meluncur dari langit
Menggelayut di dedaunan
Menghantam tanah
Mengusap wajah
Berdebum lembut
Membuat irama
Melepas pikiran
Memeluk hati
Milyaran tetes air
Yang membasuh bumi
Yang berbunyi indah
Yang mendamaikan jiwa
--Erika Dp
Wednesday, May 14, 2014
Thursday, March 20, 2014
Facts You Might Not Know
1. Smelling bananas and green apples can really help you lose weight.

2. People with a high IQ tend to talk to themselves more.

3. The antioxidants in bread crust can help fight and prevent cancer.

4. Brain named brain itself.

5. Hot water is heavier than cold.

6. Pluto is about the size of Russia.

7. It took Leonardo da Vinci around 12 years just to paint the Mona Lisa's lips.

8. Every snake can swim.

9. Humans are unable to taste pure water, but dogs can.

10. 5 people are killed by sharks every year. 11,000 sharks are killed every hour by humans.
2. People with a high IQ tend to talk to themselves more.
3. The antioxidants in bread crust can help fight and prevent cancer.
4. Brain named brain itself.
5. Hot water is heavier than cold.
6. Pluto is about the size of Russia.

7. It took Leonardo da Vinci around 12 years just to paint the Mona Lisa's lips.
8. Every snake can swim.
9. Humans are unable to taste pure water, but dogs can.
10. 5 people are killed by sharks every year. 11,000 sharks are killed every hour by humans.
Monday, February 17, 2014
Mimpi
Siapa yang tak punya mimpi? Setiap orang di dunia ini pasti punya mimpi. Apalah arti hidup tanpa mimpi. Tak ada tujuan. Tak ada harapan. Hampa. Membosankan.
Sebagai seorang pemimpi, dari kecil aku sering berimajinasi. Membayangkan hal-hal hebat yang aku selalu harap bisa menjadi nyata. Sebagian imajinasiku berada di luar kehidupan nyata, terlalu fiksi. Tapi seiring aku bertumbuh dewasa, sebagian dari imajinasi-imajinasi gilaku itu aku singkirkan sebentar. Dan pelan-pelan, aku mulai memfokuskan ke mimpi-mimpi masuk akal ku yang masih bisa kujadikan nyata di kehidupan nyata, yang bisa berguna untuk masa depan ku, dan orang-orang di sekitarku.
Dari kecil, orang-orang selalu menanyakan cita-citaku. Mulai dari aku tidak mengerti apa itu cita-cita, menjadi mengarang-ngarang cita-cita, memikirkan kesukaan yang bisa kujadikan cita-cita, membuat cita-cita, mempunyai sedikit cita-cita, mempunyai terlalu banyak cita-cita, sampai kembali lagi, yang sekarang, mempunyai beberapa cita-cita. Seiring waktu berputar, cita-cita dan mimpiku juga bergonta-ganti. Semakin bertumbuh dewasa pun aku juga semakin mengerti apa itu mimpi dan mana yang cocok untuk kujadikan mimpi.
Aku juga berpikir, membuat cita-cita tercapai dan memiliki masa depan yang indah tidak bisa terjadi begitu saja. Menggapai mimpi itu seperti mendaki gunung. Kau harus terus jalan, maju, mendaki untuk mencapai puncaknya. Kau juga harus punya bekal, semangat, dan melewati jalan-jalan terjal. Nah, ketika kau putus asa, menyerah dan berputar arah menuruni gunung, tak jadilah kau sampai puncaknya. Tapi kalau kau pantang menyerah, tetap maju walau jalanan rusak dan terjal mengganggu, sampailah kau pada puncaknya. Dan setelah sampai, tinggal kau nikmati pemandangan yang mengagumkan itu dari puncak gunung.
Diluar sana sudah banyak orang-orang luar biasa yang meninspirasi ku untuk menjadi lebih baik. Aku ingin menjadi seperti mereka suatu hari nanti. Itu salah satu mimpi masuk akal ku. Kalau aku bercerita tentang mimpi fiksi ku kau pasti akan tertawa dan menganggap itu terlalu khayal. Hanya ada di film-film. Tapi akui sajalah, kalau itu bisa benar terjadi di kehidupan nyata, kau pasti akan berdecak kagum juga, bukan?
Sebelum aku terlanjur melanjutkan bicara panjang lebar tentang mimpi-mimpi fiksi ku, kita kembali ke topik. Sampai mana tadi? Oh ya. Setelah kupikir-pikir, hal-hal yang mereka lakukan bukan hanya baik untuk diri mereka sendiri, tapi juga bermanfaat untuk orang banyak. Itu luar biasa dan sangat menginspirasi. Sedikit contoh, seperti Mario Teguh atau Tere Liye. Mereka menularkan virus ke orang banyak yang membuat orang termotivasi untuk melakukan hal-hal bermanfaat, memperbaiki diri agar hidup menjadi lebih baik.
Orang-orang seperti itu menggerakkan hati dan pikiranku. Membuatku lebih banyak berpikir tentang hidup dan bagaimana memperbaiki diri, agar hidup bisa lebih bermanfaat dan masa depan lebih cemerlang. Mempersiapkan masa depan itu seperti duduk di dalam mobil sambil melihat lurus ke jendela depan. Bedanya, kalau kita tidak tau apa yang ingin dicapai di masa depan, sama seperti kacanya kotor, tertutup oleh debu. Kau tak bisa melihat jalan yang ada di depan. Tak tau arah. Ujung-ujungnya salah arah, menabrak. Tetapi kalau kau tau apa yang ingin dicapai, punya tujuan, sama seperti kacanya bersih kesat. Kau bisa melihat tujuannya dengan jelas. Tinggal fokus ke jalan, tancap gas, dan melesat dengan cepat.
Sekarang aku masih mencoba meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat yang menjadi kesenanganku. Susah memang, tapi aku percaya aku bisa kalau punya keinginan yang kuat. Sama halnya dengan kau, yang sedang membaca ini. "Hidup ini terlalu singkat untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna." Sebagai anak 13 tahun, beberapa waktu lalu aku masih banyak menghabiskan waktu berada di sosial media untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan 'boyband.' Tetapi semakin lama aku merasa ada sesuatu yang tidak pas. Aku menyadari, ini semua hanya menghabiskan waktuku. Aku merasa seperti sampah. Mulai saat itu juga, aku mulai mengurangi kegiatanku melakukan hal yang kurang bermanfaat tentang boyband.
Baru-baru ini aku bercita-cita ingin menjadi penulis. Aku berpikir, kalau tulisanku bermanfaat, jelas akan berguna bagi orang lain. Dan hopefully orang lain juga menjadi gemar membaca. Tetapi, dari dulu aku juga bercita-cita setidaknya membantu bangsa Indonesia agar bisa menjadi lebih maju, sekecil apapun itu. Melihat kebanyakan pejabat Indonesia lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan bangsanya itu membuatku miris. Aku selalu berharap calon pemimpin Indonesia di masa depan bisa jauh lebih baik dan yang benar-benar peduli terhadap bangsanya. Nah, bibit-bibit ini yang aku harap bisa tumbuh menjadi calon pemimpin-pemimpin baik bagi bangsa kita. Dari dulu aku sudah menyukai anak kecil. Diluar keimutan dan kelucuan mereka, merekalah bibit-bibitnya. Kadang aku suka menatap anak kecil, diluar menatap mereka gemas, sambil berharap saat mereka tumbuh besar mereka akan menjadi orang2 yang bermanfaat untuk Indonesia. Hal-hal seperti ini membuatku ingin menjadi guru. Aku berjanji kepada diriku, jika suatu saat nanti aku menjadi guru, aku akan berusaha memberikan yang terbaik yang aku bisa untuk muridku.
Aku harap mimpi atau cita-cita kita semua bukan hanya memberi kita kesenangan, tapi juga bermanfaat untuk diri kita dan orang lain.
"Dreams don't work unless you do." x
Subscribe to:
Posts (Atom)








